membuat sourdough
23, Nov 2025
Membuat Sourdough Bread dari Awal untuk Pemula

membuat sourdough

Cara Membuat Sourdough Bread dari Awal untuk Pemula

Sourdough dikenal sebagai salah satu roti dengan karakteristik rasa yang khas, tekstur yang unik, dan proses pembuatan yang berbeda dibandingkan roti berbahan ragi instan. Prosesnya mengandalkan fermentasi alami, sehingga setiap tahap perlu dilakukan dengan runtut dan konsisten. Meskipun terlihat rumit, langkah-langkah membuat sourdough sebenarnya cukup mudah diikuti selama memahami alurnya. Karena itu, penjelasan berikut dibuat panjang, detail, dan mudah dibaca, dengan transisi yang halus sehingga keseluruhan proses dapat dipahami oleh pemula tanpa kebingungan.


Memahami Komponen Utama 

Untuk memulai, penting mengetahui komponen dasar yang wajib ada. Ada dua elemen utama: starter dan adonan roti. Starter merupakan sumber ragi alami yang memberi daya kembang pada adonan. Sementara itu, adonan roti merupakan campuran tepung, air, dan garam yang nantinya mengalami fermentasi panjang. Meskipun hanya terdiri dari beberapa bahan sederhana, interaksi antar komponennya sangat menentukan hasil akhir. Dengan memahami fondasi ini, pemula dapat menjalankan setiap langkah tanpa ragu serta menghindari kesalahan umum, terutama saat mengelola fermentasi.

Selain itu, cara merawat starter juga menjadi faktor pendukung agar adonan selalu aktif. Banyak pemula merasa kesulitan pada tahap ini, sehingga memahami prinsip dasarnya sejak awal akan mempermudah proses selanjutnya. Tidak hanya itu, memahami hubungan antara hidrasi, kekuatan gluten, serta waktu fermentasi juga membantu menentukan kualitas akhir roti. Oleh karena itu, bagian ini menjadi landasan pertama untuk memahami keseluruhan alurnya.


Membangun Starter Stabil pada Cara Membuat Sourdough Bread dari Awal untuk Pemula

Langkah awal dimulai dengan membangun starter yang dapat bekerja secara konsisten. Prosesnya membutuhkan beberapa hari, karena mikroorganisme harus tumbuh terlebih dahulu. Biasanya starter dibuat dengan mencampur tepung dan air dalam jumlah yang sama, lalu dibiarkan pada suhu ruang. Setiap hari perlu dilakukan penyegaran dengan membuang sebagian campuran dan menambahkan tepung serta air baru. Rutinitas ini membuat mikroorganisme berkembang dan menjadi aktif.

Ketika starter mulai menunjukkan gelembung, mengembang, dan memiliki aroma asam lembut, itu menandakan aktivitasnya sudah meningkat. Namun, untuk pemula, tahap ini sering terasa membingungkan karena perubahan bisa berbeda-beda. Ada yang cepat aktif dalam dua hari, ada juga yang butuh lima atau tujuh hari. Faktor suhu, jenis tepung, serta kadar air sangat berpengaruh. Dengan demikian, pemahaman bahwa proses ini bersifat alami dan tidak terburu-buru akan membuat pembuat pemula lebih tenang.

Dan ketika starter sudah mampu menggandakan ukuran dalam kurun waktu beberapa jam setelah diberi makan, barulah bisa digunakan untuk membuat adonan roti. Stabilitas ini sangat penting karena menentukan keberhasilan fermentasi selanjutnya. Jika starter masih lemah, adonan akan sulit mengembang atau bahkan gagal membentuk struktur gluten yang baik.


Menyiapkan Adonan Dasar 

Setelah starter siap, proses berikutnya adalah membuat adonan. Langkah ini dimulai dengan mencampur tepung dengan air terlebih dahulu. Biasanya banyak pembuat roti melakukan autolysis, yaitu membiarkan campuran tepung dan air beristirahat sebelum ditambahkan starter dan garam. Proses ini membantu hidrasi dan memperkuat gluten, sehingga adonan lebih mudah dibentuk.

Setelah itu, starter ditambahkan ke dalam campuran dan kemudian diikuti garam. Pada tahap ini, tekstur adonan biasanya terasa lengket dan belum terstruktur. Meskipun demikian, ini hal yang wajar bagi adonan sourdough. Dengan serangkaian teknik lipat dan tarik secara berkala, gluten secara perlahan terbentuk. Teknik ini juga membantu mendistribusikan gas hasil fermentasi dengan merata.

Setiap kali dilakukan lipatan, adonan akan terasa semakin kuat. Ketika permukaannya mulai halus dan lebih elastis, itu tandanya gluten mulai berkembang. Namun, perkembangan ini sangat bergantung pada suhu ruangan. Dalam suhu hangat, adonan lebih cepat memfermentasi. Sebaliknya, di suhu dingin prosesnya berlangsung lambat. Pemahaman ini penting agar pemula tidak salah menilai kondisi adonan.


Fermentasi Pertama yang Stabil dalam Cara Membuat Sourdough Bread dari Awal untuk Pemula

Fermentasi pertama atau bulk fermentation merupakan fase penting yang perlu diawasi dengan seksama. Pada tahap ini, adonan akan mulai mengembang dan membentuk struktur internalnya. Biasanya, fermentasi membutuhkan beberapa jam, tergantung suhu, kekuatan starter, serta kadar hidrasi. Selama fermentasi berlangsung, adonan tidak dibiarkan begitu saja; perlu dilakukan lipat dan putar dalam beberapa interval.

Teknik ini tidak hanya mengembangkan gluten, tetapi juga menjaga distribusi udara. Adonan yang aktif akan memiliki gelembung-gelembung kecil serta terasa lebih ringan saat disentuh. Akan tetapi, pemula perlu berhati-hati karena fermentasi berlebihan dapat membuat adonan terlalu lembek dan sulit dibentuk. Oleh sebab itu, mempelajari tanda visual dan tekstur menjadi kunci.

Setelah adonan mencapai volume tertentu, biasanya mendekati dua kali lipat, proses berikutnya adalah membentuk adonan. Namun, sebelum itu adonan biasanya dikeluarkan dari mangkuk dan diberi waktu istirahat sejenak untuk memudahkan pembentukan. Tahap ini berfungsi menstabilkan gluten agar tidak mudah robek saat dibentuk.


Membentuk Adonan dengan Benar 

Pembentukan adonan bertujuan menciptakan tegangan permukaan yang kuat. Langkah ini krusial karena menentukan bentuk roti saat dipanggang. Adonan biasanya ditarik dan dilipat ke arah tengah untuk menciptakan struktur yang lebih kokoh. Setelah itu, bagian permukaan harus dibuat rapat agar adonan tidak melebar saat dipanggang.

Banyak pemula merasa kesulitan pada tahap ini karena adonan cenderung lengket. Namun, penggunaan sedikit tepung di permukaan meja kerja dapat membantu, selama tidak berlebihan agar tekstur roti tetap lembut. Selain itu, penggunaan scraper dapat mempermudah proses membalik serta mengarahkan adonan. Ketika bentuk sudah stabil, adonan kemudian dipindahkan ke wadah fermentasi terakhir, biasanya banneton atau keranjang fermentasi.

Pada tahap ini, adonan akan kembali mengalami fermentasi kedua. Proses ini bisa dilakukan di suhu ruang atau disimpan di dalam kulkas untuk cold proof yang lebih lambat. Cold proof sering dipilih karena membuat rasa lebih kompleks sekaligus mempermudah pembentukan scoring saat akan dipanggang.


Fermentasi Kedua dalam Cara Membuat Sourdough Bread dari Awal untuk Pemula

Fermentasi kedua biasanya berlangsung lebih singkat dibandingkan fermentasi pertama. Namun, perannya sangat penting untuk mengembangkan struktur akhir roti. Adonan yang sudah dibentuk akan semakin mantap dan mengembang secara perlahan. Selama proses ini, udara dalam adonan akan semakin stabil, sehingga struktur crumb menjadi lebih baik.

Pemula perlu memperhatikan tanda-tanda fermentasi cukup, seperti sedikit menggembung dan terasa lebih ringan. Tidak perlu menunggu adonan mengembang secara ekstrem, karena justru dapat membuatnya overproof. Jika overproof, adonan akan sulit mengembang di oven dan menghasilkan tekstur yang padat. Oleh karena itu, pemahaman konteks waktu serta kondisi adonan menjadi sangat penting.

Setelah fermentasi dianggap sempurna, adonan bisa langsung dipanggang atau didinginkan terlebih dahulu. Pendinginan sering membantu pemula memperoleh hasil lebih baik, karena adonan lebih mudah diberi scoring dan tidak terlalu lembek saat dipindahkan ke oven.


Teknik Scoring pada Roti

Scoring atau membuat sayatan di permukaan adonan memiliki fungsi lebih dari sekadar estetika. Sayatan ini memberi jalan bagi uap dan tekanan untuk keluar, sehingga roti dapat mengembang dengan baik. Tanpa scoring yang tepat, adonan bisa pecah di bagian yang tidak diinginkan. Teknik ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memerlukan latihan agar bisa menghasilkan sayatan yang bersih.

Biasanya digunakan pisau khusus yang disebut lame. Sudut sayatan juga penting, karena sayatan terlalu tegak akan membuat bentuk kurang terbuka saat dipanggang. Dengan sudut sekitar 30 derajat, bentuk hasil panggangan lebih terarah dan rapi. Setelah teknik ini dikuasai, pemula dapat bereksperimen dengan pola-pola sederhana sampai akhirnya bisa membuat desain yang lebih rumit.


Proses Pemanggangan Roti

Pemanggangan dilakukan dengan suhu tinggi agar menghasilkan kerak yang renyah serta oven spring yang optimal. Banyak pembuat sourdough menggunakan cast iron atau dutch oven untuk menjaga kelembapan selama fase awal pemanggangan. Uap sangat penting pada tahap ini karena membantu adonan mengembang maksimal sebelum permukaannya mengeras.

Pada tahap pertama, adonan dipanggang dalam kondisi tertutup. Setelah itu, penutup dibuka untuk memberi kesempatan kerak terbentuk sepenuhnya. Perubahan warna dari pucat ke cokelat keemasan menunjukkan proses karamelisasi yang terjadi. Aroma yang muncul juga menjadi penanda keberhasilan pemanggangan.

Ketika permukaan sudah mencapai warna yang diinginkan, roti bisa dikeluarkan dari oven dan dibiarkan dingin. Penting untuk tidak memotong roti ketika masih panas karena struktur dalamnya belum stabil. Pendinginan juga memberi waktu bagi uap untuk keluar sehingga tekstur bagian dalam tidak lembek.


Kesimpulan

Proses membuat sourdough melibatkan sejumlah tahapan yang saling berkaitan. Mulai dari membangun starter, merawat adonan, hingga memantau fermentasi, setiap langkah memberi kontribusi pada hasil akhir. Dengan pemahaman yang jelas, pemula dapat menjalankan seluruh rangkaian ini secara bertahap dan menghasilkan roti berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Rasa Pete Ada Yang Suka, Ada Yang Tidak

Mengulik Fenomena Rasa Pete: Mengapa Ada yang Menyukainya, dan Ada yang Tidak? Setiap orang memiliki selera yang unik, dan di…

Teknik Membuat Kaldu Dashi yang Jernih dan Kaya Rasa

Teknik Membuat Kaldu Dashi yang Jernih dan Kaya Rasa Kaldu merupakan fondasi penting dalam banyak masakan Jepang, dan dashi menempati…

Pecel Lele: Hidangan Ikan Goreng yang Selalu Bikin Nambah Nasi

Mengenal Pecel Lele Pecel lele adalah salah satu hidangan khas Nusantara yang sudah melekat di hati masyarakat Indonesia. Terbuat dari…